sinopsis judul skripsi

Standar

Strategi Komunikasi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru Dalam Merealisasikan Misi Menuju Visi 2020 Di Kota Pekanbaru

 

Latar belakang

Riau merupakan provinsi dengan mayoritas penduduknya adalah melayu. Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.902 jiwa, sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti yakni sebesar 176.371 jiwa.

Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, mereka terdiri dari Jawa (25,05%), Minangkabau (11,26%), Batak (7,31%), Banjar (3,78%), Tionghoa (3,72%), dan Bugis (2,27%). Suku Melayu merupakan masyarakat terbesar dengan komposisi 37,74% dari seluruh penduduk Riau. Mereka umumnya berasal dari daerah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu dan Inderagiri Hilir[1].

Berkembangnya zaman dan pesatnya teknologi saat ini sedang dialami provinsi yang kaya dengan hasil alam minyak ini, pembangunan terjadi dimana-mana dengan dibuktikan semakin banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang saat berdiri megah dimana-mana, belum lagi pesatnya perkembangan teknologi yang melanda provinsi ini membuat masyarakatnya sebagai pengguna juga menjadi semakin maju. Pesatnya  perkembangan yang terjadi di provinsi Riau ini membuat masyarakat mulai melupakan budaya yang melekat pada diri masyarakat  Riau ini yang mengaku notabennya adalah orang Melayu, budaya Melayu sedikit demi sedikit mulai hilang dan nilai-nilai yang dikandungnya juga semakin pudar, masyarakat Riau sudah banyak tidak tahu dengan Gurindam Dua Belas apalagi menghapalnya, tidak tahu lagi dengan lagu Melayu, dengan Tunjuk Ajar Melayu dan lain sebagainya, apalagi budaya Melayu yang selalu mensinkronisasikan melayu dengan Islam, nilai-nilai Islam yang di adopsi budaya Melayu telah hilang, kini budaya Melayu hanya tinggal nama dan hanya sebagai identitas saja tanpa ada pengaplikasiannya, keadaanya sudah sangat kritis belum lagi generasi muda yang saat ini terlihat sangat hedon dan mengadopsi budaya Barat menambahkan budaya Melayu itu semakin hilang. Jika ditanya kepada generasi muda mengenai seputar budaya Melayu hanya dua dari sepuluh orang saja yang tahu mengenai budaya Melayu tersebut itupun tidak mengetahuinya secara kolektif.

Dengan kondisi kritis yang telah diceritakan diatas mengundang rasa simpati dari pihak Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru yang fungsinya adalah untuk menjaga dan mengikat agar budaya Melayu tetap bertahan dan tetap ada. Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru merupakan lembaga yang mengayomi dan mepertahan budaya Melayu tersebut yang berlokasi Jl. Diponegoro No. 39, Pekanbaru. Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kota Pekanbaru adalah lembaga yang dibentuk untuk mewadahi dan berfungsi melakukan pembinaan, pengembangan dan penerapan serta mengawal nilai-nilai adat budaya Melayu.

Terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai Pusat Budaya Melayu di Provinsi Riau Tahun 2020 merupakan visi dari Lembaga Adat Melayu Riaun Kota Pekanbaru yang menjadi patokan bahwa perlu kerja keras dan keuletan untuk mewujudkan visi tersebut, sebagai pandangan jangka panjang visi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru juga di didukung dengan misi yang merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk mewujudkan visi 2020, adapun misi dari Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru adalah sebagai berikut : Menghimpun, membakukan, mensosialisasikan dan menerapkan nilai-nilai budaya Melayu Pekanbaru dalam kehidupan masyarakat; dan mengawasi serta menangkal budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya Melayu Pekanbaru. Disamping itu untuk merealisasikan misi tersebut pihak Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru juga melakukan beberapa langkah atau strategi untuk membantu terealisasinya misi tersebut dan terwujudnya visi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru di tahun 2020. Adapun strategi yang mendukung terealisasinya misi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Membuat Grand Skenario penerapan nilai-nilai budaya Melayu dan selanjutnya ditetapkan dalam bentuk PERDA Kota Pekanbaru.
  2. Membuat program kerja yang kongkrit, aplikatif  dilengkapi dengan jadwal dan target tertentu dan terukur.
  3. Konsolidasi dan koordinasi organisasi secara hirarkhis mulai dari tingkat Kecamatan sampai tingkat Kelurahan.
  4. Menjadikan nilai-nilai budaya Melayu Pekanbaru sebagai kurikulum muatan lokal pada semua jenjang pendidikan.
  5. Melakukan penelitian terhadap nilai-nilai dan adat istiadat budaya Melayu Pekanbaru dan dibakukan serta disosialisasikan.
  6. Melakukan kampanye bahasa Melayu umumnya dan bahasa Melayu Pekanbaru khususnya.
  7. Melibatkan partisipasi semua masyarakat perkauman dalam setiap kegiatan.
  8. Membuat sistem informasi dan membangun jejaring serta memanfaatkan media global dan IT.
  9. Mengadakan kerjasama kemitraan dengan Pemko Pekanbaru dalam menjadikan nilai-nilai budaya Melayu sebagai roh dan payung panji pembangunan Kota Pekanbaru[2].

Strategi diatas merupakan strategi yang dilakukan Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru dalam merealisasikan misi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru menuju visi di tahun 2020. Namun disamping itu strategi yang dilakukan tidak menjamin secara maksimal pencapaian realisasi misi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru, apakah ada strategi atau langkah lain dalam usaha merealisasikan misi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru ataupun alternatif yang akan menggantikan strategi yang telah dilakukan.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis berminat untuk meneliti permasalahan tersebut diatas, apakah strategi yang dilakukan oleh Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru dalam rangka merealisasikan misi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru menuju visi di tahun 2020, maka dari itu penulis tertarik dengan masalah ini dan menjadikan ini penelitian penulis dengan judul yaitu: Strategi Komunikasi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru Dalam Merealisasikan Misi Menuju Visi 2020 Di Kota Pekanbaru.

 


[1] (http://id.wikipedia.org/wiki/Riau) situs diakses tanggal 10 April 2013

[2] (http://pokanian.wordpress.com/about/) situs diakses tanggal 10 April 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s